Warga Tunjungseto Gempar, Bendungan Waduk Sempor Jebol Disimulasikan

25 November 2017 21:29:20 WIB | dikirim oleh : Administrator
KOMANDO DISTRIK MILITER 0709 KEBUMEN

Warga Tunjungseto Gempar, Bendungan Waduk Sempor Jebol Disimulasikan

KODIM 0709/KEBUMEN, Warga Desa Tunjungseto, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Kamis (23/11) mendadak berhamburan keluar rumah menyelamatan diri dengan menenteng barang-barang yang bisa mereka amankan ketika mendengar bunyi kentongan saling bersahutan tanda adanya ancaman bahaya bencana alam. Warga berlarian histeris kesana kemari untuk mencari tempat yang aman sambil memekik minta bantuan warga lainnya.

Benar adanya, dari Posko penanggulangan bencana alam, terdengar pengumuman, bahwa Bendungan Waduk Sempor dalam kondisi berbahaya dan terancam jebol. Debit air waduk mulai meningkat seiring hujan deras yang tak kunjung henti mengguyur kawasan itu, disamping itu retakan-retakan kecil di sekitar tanggul pun menunjukan peningkatannya sampai pada tanda-tanda tanggul akan mulai jebol.

Menyikapi hal tersebut Komandan Kodim 0709/Kebumen pun menghubungi semua para Danramil, Instansi terkait termasuk jajaran Polri dan BPBD Kebumen guna menentukan langkah yang tepat mengevakuasi warga yang dimungkinkan akan terkena dampak bencana. Dalam waktu singkat telah disiapkan semua perlengkapan guna menghadapi kemungkinan situasi terburuk. Suasana jadi mencekam mengingat kerusakan tanggul semakin meningkat.

Langkah yang ditempuh Kodim, Polres, BPBD, Pol PP, Linmas, PMI, Relawan mengungsikan warga lapangan tembak Secata Desa Bejiruyung Kecamatan Gombong. Itulah sekelumit rangkaian ilustrasi cerita dalam simulasi penanganan bencana banjir bandang akibat jebolnya Waduk Sempor. Kondisi simulasi bencana tersebut dibuat semirip mungkin, termasuk kelengkapan dan personel relawan. Meski hanya sekedar simulasi namun aksi antisipasi yang dilakukan seperti sungguhan terjadi.

Dikatakan Dandim 0709/Kebumen Letkol Kav Suep, S.I.P. disela-sela kegiatannya “ini puncak latihan penanganan bencana yang kita gelar sejak Senin (20/11) hingga Jumat (24/11). Korban jiwa 127 orang meninggal ketika tanggul waduk ini jebol pada tahun 1967. beberapa wilayah yang terkena dampaknya seperti Kec. Sempor, Kec. Gombong, Kec. Rowokele, Kec. Buayan, Kec. Kuwarasan dan Kec. Puring. Paling parah tingkat kerusakannya ialah di lima desa di Kec. Gombong, dengan simulasi ini, warga disekitaran bendungan akan lebih peka, waspada dan tanggap karna ancaman sewaktu waktu datang, adapun tujuan dari simulasi ini yakni guna menekan jumlah korban jiwa sehingga jumlahnya dapat diminimalisir. latihan ini sama sekali bukan untuk menakut-nakuti warga, justru menjadikan warga lebih siap, terlatih, meningkat kewaspadaannya dan terbiasa, saat terpaksa harus menghadapi ancaman bencana,” pungkas Dandim (Pard)