Butuh Pendampingan, Aan Priyono Rintis Budidaya Jamur Kuping

17 November 2017 07:32:55 WIB | Oleh : Hariadi - Kontributor : Wonoharjo, Rowokele

Butuh Pendampingan, Aan Priyono Rintis Budidaya Jamur Kuping

KEBUMEN ON NEWS - Menjadi pengusaha adalah sebuah cita-cita yang perlu kesiapan mental, karena diperlukan kecermatan, kesabaran dan keuletan agar bisa menjadi besar. Kegagalan merupakan salah satu modal untuk terus bangkit dan maju. Adalah Aan Priyono ( 22 tahun ) pemuda Dusun Sawangan RT 03 RW 05 Desa Wonoharjo yang hampir setahun ini mencoba mengembangkan budidaya jamur kuping ( Auricularia auricula ) secara autodidak.

Berawal dari keinginannya mencari usaha yang berbeda dengan lainnya dan melihat peluang budidaya jamur kuping yang masih tergolong langka serta pangsa pasar yang masih luas, Aan memilih budidaya Jamur Kuping. "Awalnya melihat usaha teman di Sempor dan ingin mencoba sendiri", jelas Aan saat ditemui dirumahnya.

Meski saat ini dia juga sebagai pengajar di salah satu SMK swasta di Gombong, Aan memanfaatkan waktu luangnya untuk mengembangkan budidaya jamur kuping dibantu oleh calon istrinya. Dengan keterbatasan pengetahuan tentang jamur kuping, anak sulung dari dua bersaudara ini mencari berbagai referensi tentang bibit dan cara budidayanya.

Diawali dengan modal sekitar Rp. 10.000.000,- untuk membeli 2000 baglog dari Karanganyar Solo seharga Rp. 2.300,- per baglog serta untuk membuat rak dan ruangan. Dalam satu periode tanam, yang bisa dipanen 6 kali, Aan sudah bisa mengantongi keuntungan hampir dua kali modal. "Untuk perawatannya sendiri termasuk mudah, karena cukup disemprot dengan air biasa secara berkala sehari semalam 5 kali, namun yang masih susah adalah pemasarannya", ungkap Aan.

Pada panen pertama 1 baglog menghasilkan rata-rata 2 ons jamur, atau total sekitar 220 kg jamur basah, namun untuk panen ke dua, tiga dan ke empat bisa dua kali lipat. Hasil panen pertama dijual dalam bentuk basah yang dikirim ke Bandung, namun dengan harga murah. Dan panen berikutnya Aan mencoba untuk mengeringkan serta dijual langsung di pasar Gombong dalam kemasan plastik. Selain dijual di pasar lokal, juga dijual secara online namun belum begitu signifikan.

Aan sangat berharap ada dinas atau instansi yang bisa memfasilitasi atau membantu dalam hal pengembangan budidaya jamur kuping terlebih dalam hal pemasaran.

"Rencananya akan terus berlanjut mas, semoga saja pemerintah desa atau dinas terkait bisa membantu dalam pemasaran", pungkas Aan penuh harap. (h4r)