Dirjen PPI Kemkominfo Buka Konferensi Nasional LPPL 2019

Thursday, 7 February 2019 / Berita Terkini

KEBUMENKAB.GO.ID - Direktur Jenderal Pos dan Penyelenggaraan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Prof Dr. Kalamullah Ramli secara resmi membuka acara Konferensi Nasional LPPL bertajuk "Membangun LPPL yang Kuat Untuk Mewujudkan Penyiaran Nasionalyang Sehat" di Ballroon Hotel Santika Jl. Raya Gubeng No. 54 Surabaya, Jawa Timur, Kamis (7/2). Konferensi diikuti oleh pengelola LPPL radio dan televisi Kabupaten/Kota se-Indonesia dengan narasumber Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih Emil Dardak, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Satya Wira Juda, Ketua KPI Pusat, Yuliandre Darwis dan Ketua Dewan Pengawas LPP RRI, Mistam. Prof. Ramli dalam sambutan mengatakan, saat ini Indonesia menuju era digitalisasi dan revolusi industri 4.0. "Peran LPPL televisi dan radio cukup signifikan untuk percepatan revolusi industri 4.0. Untuk itu perlu penyiaran nasional yang kuat dan sehat. Tingkatkan produk konten lokal yang ada di pelosok daerah yang dikemas secara kreatif, inovatif dan menarik," ujar Prof.Ramli. Saat ini, kata Prof. Ramli, Kemenkominfo telah menyusun draft RUU Penyiaran. Termasuk draft penguatan KPI yang ada di daerah. "KPI nanti akan ada Sekjen, hal ini penting agar keberadaan KPI benar-benar berperan penting dalam memperkuat LPPL di Indonesia," jelas Prof. Ramli. Sementara itu Satya Wira Juda dalam presentasinya mengatakan, DPR RI akan mendukung penuh eksistensi LPPL. Pemerintah Daerah sudah semestinya mengoptimalkan peran LPPL dalam menyebarkan informasi terkait berbagai program pembangunannya. "Kami dari anggota Dewan sendiri sangat membutuhkan keberadaan LPPL. Sebab, LPPL dapat menyentuh langsung ke pelosok-pelosok daerah. Ini sangat penting untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait beragam kegiatan kelembagaan baik Pemerintah Daerah maupun Pusat serta kelembagaan non-pemerintah," jelas Wira Juda. Pernyataan senada juga ditegaskan Emil Dardak yang mengatakan bahwa keberadaan LPPL sangat penting dan harus berkembang. "Strateginya tak hanya dengan penerapan aplikasi teknologi, tetapi kualitas sumber daya manusia. Para pengelola maupun penyiar bekerja secara kreatif, inovatif dan mengikuti perkembangan audiensnya," kata Emil. (mn)