BPBD Kebumen Gelar Pelatihan Jitupasna

Monday, 9 April 2018 / Berita Terkini

KEBUMENKAB.GO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen meyelenggarakan pelatihan Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupaana) bagi 60 orang perwakilan dari OPD, BPBD, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) serta institusi terkait lainnya selama tiga hari, mulai Senin (9/4) sampai Rabu (11/4) di Hotel Candisari Karanganyar. Pelatihan dibuka oleh Kepala BPBD Kebumen, Drs. Eko Widianto.

Kepala BPBD dalam sambutan pembukaan mengatakan, pelatihan ini dimaksudkan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang nantinya mampu memberikan penilaian kerusakan dan kerugian yang dialami satu daerah atau wilayah di Kebumen pasca bencana. Selain itu pula pelatihan untuk meningkatkan kesadaran dan kepekaan dan kepedulian terhadap sesama apabila terjadi suatu bencana. "Penanggulangan bencana adalah tanggung jawab kita bersama. Semua unsur masyarakat terlibat di dalamnya. Setelah mengikuti pelatihan ini kami harapkan para peserta dapat menularkan kembali di lingkungan masing-masing terkait upaya-upaya yang harus dilakukan dalam menangani sebuah bencana alam di libgkungan sekitarnya," ujar Kepala BPBD Drs.Eko Widianto.

Eko juga mengatakan, saat ini di Kabupaten Kebumen terdapat 33 Desa yang rawan bencana tsunami, yakni desa-desa yang letaknya berbatasan langsung dengan laut selatan. "Jika terjadi gempa berkekuatan 8 skala reichter dengan ketinggian gelombang laut diatas 8 meter sangan rawan terhadinya tsunami. Ada sekira 150 ribu jiwa yang mendiami di area laut selatan tersebut terancam juwanya. Karena itu sebelum terjadi kerugian korban jiwa, moril maupun materiil kita setidaknya sudah bisa mengeliminir jumlah kerugian. Kita tidak pernah tau kapan datangnya musibah, namun kita juga harus tetap waspada dan siap siaga dengan segala kemungkinan bencana itu terjadi," papar Eko.

Eko berharap, bagi para peserta yang telah mengikuti pelatihan Jitupasna ini hendaknya dapat memberikan ilmu pengetahuannya terkait penanganan-penanganan bencana ini khususnya pada lingkungannya, dan masyarakat luas umumnya. "Semoga apa yang kita lakukan ini dapat memberikan manfaat yang cukup besar dalam  penanggulangan bencana dan upaya-upaya apa saja yang harus dilakukan pasca bencana," tutup Eko.(adm/mn)