Varietas Unggul Inpago Hasilkan 8-9 Ton/Hektar

Tuesday, 13 February 2018 / Berita Terkini

KEBUMENKAB.GO.ID - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbang) Kementerian Pertanian RI, Dr Ir H Muhammad Syakir MS, panen padi gogo yang ditanam dengan sistem larikan gogo (Largo) Super di Desa Banjarejo, Kecamatan Puring, Senin (12/2/2018). Dalam panen yang menggunakan alat mesin pertanian combine harvester diperoleh padi 7-9 ton perhektare.

 

Ikut panen Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, DR Andriko Notosusanto, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen Ir Pudji Rahayu. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan demo tanam menggunakan alat tanam benih langsung (Atabela) yang dikembangkan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi). Selain itu, diserahkan bantuan paket teknologi Largo Super kepada 6 kelompok tani di Desa Banjarejo dan Sidoarjo Kecamatan Puring.

 

Largo Super merupakan inovasi Balitbang Kementerian Pertanian untuk memenuhi kebutuhan beras yang terus meningkat dengan mengoptimalkan potensi lahan kering yang sangat besar. Kabupaten Kebumen menjadi proyek percontohan budidaya tanaman padi gogo Varietas Inbrida Padi Gogo (Inpago) 8, 9, 10, dan 11 dengan luasan areal 100 hektar yang tersebar di Desa Sidoharjo, Banjareja, Puliharjo, dan Desa Kaleng Kecamatan Puring. Hasil panen yang signifikan, membuat Kebumen bakal menjadi tempat belajar Largo Super bagi daerah lain di Indonesia.

 

Muhammad Syakir mengatakan, dibanding dengan model tanam biasa, dengan Largo Super yang memiliki beberapa keunggulan, mampu meningkatkan produktivitas padi hingga 100 persen.

 

Metode ini memiliki beberapa keunggulan yaitu menggunakan biodekomposer sehingga mengoptimalkan pertumbuhan, menggunakan pupuk hayati dan menggunakan bioprotektor untuk mengendalikan hama penyakit.

 

Selain menggunakan benih bermutu, dalam Largo Super juga menggunakan pupuk organik, biodekomposer, serta biosilika untuk penguatan tanaman. (admin/ratih)