Pemkab Kebumen Bersama Ditjen PPI Kementerian Industri RI Gelar FGD Pembangunan Kawasan Industri

Monday, 6 November 2017 / Daerah

fgd pembangunan industri.jpg

KEBUMENKAB.GO.ID - Kementerian Perindustrian RI melalui Ditjen.Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kebumen menggelar Focus Group Discussions (FGD)  pra Detail Engineering Design (DED) Pembangunan Kawasan Industri di Kabupaten Kebumen. FGD bertajuk "Penyusunan Basic Enginering Design (BED) Kawasan Industri Kabupaten Kebumen TA 2017" berlangsung di Hotel Meotel Jl Ahmad Yani No.31 Kebumen pada Senin (7/11) dengan menghadirkan narasumber Wahyu Fidriyanto ST,MSE dari Ditjen PPI  Wilayah III Kementerian Perindustrian RI, Asbup II Ir. Tri Haryono, dan  Konsultan dari PT.Petrowidia Jasantara, Ir.Awan Kuswara.

Dalam FGD terpapar bahwa Kebumen telah menginisiasi pembangunan Kawasan Industri (KI) seluas 315 Ha di Kecamatan Petanahan yang meliputi Desa Tegalretno, Desa Karanggadung dan Desa Karangrejo. Posisi KI berada sekitar 300 meter dari jalan jalur lintas selatan (JJLS) menuju pantai.

Merujuk pada masterplan KI hasil review berdasarkan pedoman teknis KI,    lahan seluas 315 Ha rencananya terbagi menjadi pengembangan kawasan industri besar seluas 76,15 Ha, industri sedang 26,46 Ha, industri kecil 29,16 Ha. Sehingga total lahan yang dipergunakan untuk kawasan industri seluas 131,77 Ha.

Selain itu juga digunakan untuk pengembangan akses jalan seperti jalan utama ROW A selebar 40 meter (20,35 Ha), jalan sekunder lebar 24 meter (15,42Ha) dan jalan lingkungan lebar 12 meter (2,60 Ha).

Sedangkan untuk pembangunan instalasi pengolahan air baku seluas 9,04 Ha, pengolahan air limbah 7,93 Ha, untuk area perumahan 2,96 Ha, perkantoran 10,66 Ha, pergudangan 37,50 Ha, dan selebihnya untuk pembangunan fasos/fasum, pemadam kebakaran, power plant dan area kantor pengelola.

Ir.Tri Haryono saat membacakan  sambutan tertulis Bupati Kebumen Ir.HM.Yahya Fuad mengatakan, pembangunan kawasan industri utamanya di wilayah jalur selatan-selatan ini merupakan bagian penting dalam meningkatkan perekonomian daerah guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kebumen.

Melalui FGD diharapkan masing-masing dinas dapat mempertajam dan akurat dalam menganalisa pembangunan kawasan industri agar nantinya dapat terealisasi dengan baik. "Pembangunan KI difokuskan untuk meningkatkan pertumbuhan  perekonomian sekaligus menciptakan pertumbuhan wilayah kabupaten kedepan yang berkesinambungan untuk kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kebumen," jelas Ir.Tri Haryono.

Sementara itu, Wahyu Fidriyanto mengingatkan hal yang patut diperhitungkan dalam pembangunan kawasan industri adalah penyediaan dan pembebesan lahan. "Jika persoalan pembebasan lahan tertunda, maka secara otomatis pembangunan kawasan industri juga terhambat," jelasnya.

Selain itu kata Wahyu,  pemerintah daerah wajib memperhatikan pembangunan
infrastruktur yang memadai sehingga semua fasilitas terintegrasi.

Sedangkan Kepala Disperindag Kebumen, Drs.Nugroho Tri Waluyo menegaskan pentingnya penetapan Badan Pengelola KI sesegera mungkin. Jika menunggu peraturan pemerintah (PP) yang baru dan belum bisa dipastikan kapan keluar PPnya, maka pergunakan peraturan yang sebelumnya. "Jika badan pengelola tidak segera dibentuk, maka proses pembangunan KI ini juga akan terhambat," jelas Nugroho (admin/mn).