Kepala BPSDM Kemendagri: "Smart City, Bukan Sekedar Layanan Yang Terkoneksi Internet"

Friday, 3 November 2017 / Daerah

KEBUMENKAB.GO.ID - "Smart City, Bukan Sekedar Terkoneksi Internet. Namun menyangkut literasi dan kesiapan layanan publik pada masyarakat"  Demikian pernyataan Slamet Sugiharto mewakili Kepala BPSDM Kemendagri Regional Yogyakarta, ketika  membuka acara Diklat Smart City, Selasa (31/10).

Diklat Angkatan Ke XV yang diselenggarakan oleh Center for Digital Society (CfDS) FISIPOL UGM ini diikuti 10 orang, berasal dari utusan Pemkab Paseer Kalimantan Timur, Palangkaraya, Batanghari Provinsi Jambi, Tulung Agung Provinsi Jawa Timur dan  Kebumen, Jawa Tengah.

Diklat yang diselenggarakan selama tiga hari itu mengambil tempat di Hotel 101 Tugu, Yogyakarta. Dengan menghadirkan nara sumber  akademisi dan praktisi, seperti: Guru besar Fakultas Teknik UGM, General Manajer Jogja Digital Valley TELKOM, General Manager PT. Gamatechno Yogyakarta.

Pada hari pertama, Prof. Achmad Djunaedi,  menyampaikan materi pertamanya tentang Urgensi Kota Pintar sebagai solusi permasalahan perkotaan di masa kini. Sesi ini membahas untuk menjawab pertanyaan mendasar, mengapa pengembangan kota pintar itu penting. Pada  materi ke duanya, Guru Besar Fakultas Teknik UGM itu membahas tentang Kota Pintar : Konsep, Pilar, dan Dimensi. Pada Sesi ini membahas dimensi, konsep, dan pilar kota pintar, srrta tahapan menuju kota pintar.

Samuel Henry, General Manajer Jogja Digital Valley Telkom, menyampaikan materi ketiga tentang Kerangka Kota Pintar: Persiapan teknologi, Infrastruktur, dan Sumberdaya Manusia, pengembangan kota pintar berbasis ISO 18091. Dalam materinya keempat tentang Pemanfaatan komputasi awan (Cloud computing) dan keamanan maya (Cyber security)

Pada hari kedua, narasumbet Nanang Ruswianto  menyampaikan materi kelima tentang Integrasi sistem, Data dan Aplikasi. Menurut narasumber yang General Manager PT. Gamatechno itu, integrasi data merupakan salah satu tantangan terbesar pengembangan kota pintar. Pada sesi ini narasumber mengajak  diskusi tentang peluang dan langkah yang dapat ditempuh untuk melakukan integrasi sistem. Pada  materi keenam tentang Command Center,  narasumber yang memiliki banyak pengalaman dalam asistensi kepada Pemprov maupun Pemkab dalam pengembangan Smart city di Indonesia itu, menegaskan bahw Command center merupakan perangkat penting dalam pengembangan kota pintar. Pada Sesi ini banyak permintaan penjelasan  mengenai fungsi dan kegunaan command center. Dan topik itu berlangsung berlangsung seru  hingga Focused Group Discussion yang  menghadirkan langsung developer command centre.

Pada hari ketiga, oleh Tim CfDS FISIPOL UGM, peserta diajak melakukan community tour, yaitu kunjungan ke desa Dlingo, Kecamatan Dlingo, Kab. Bantul . Acara dipandu bersama Tim diklat dan Pemdes Dlingo. Setelah istirahat, sholat dan makan siang kegiatan community tour dilanjutkan dengan berkunjung ke Kampung Cyber di Patehan Kota Yogyakarta. Acara ini bersama Tim Diklat dan Kampung Cyber Patehan. Selesainya kegiatan kunjungan Kampung Cyber ini sekaligus menutup kegiatan Diklat Smart City oleh CfDS FISIPOL UGM Yogyakarta.(admin/ca)