Rembug Gayeng Bareng Wagub Jateng Drs. H. Heru Sudjatmoko, M.Si Di GOR Petanahan

Wednesday, 18 October 2017 / Daerah

KEBUMENKAB.GO.ID - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Drs. H. Heru Sudjatmoko, M.Si mewakili Gubernur Ganjar Pranowo menggelar rembug gayeng dengan ratusan  pramuka dari 35 Kabupaten/kota se-Jawa Tengah di GOR Petanahan Kecamatan Petanahan,  Kabupaten Kebumen, Rabu (18/10). Rembug gayeng ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan  Perkemahan Wirakarya Daerah IX Kwartir Daerah Jawa Tengah di Desa Karanggadung Kecamatan Petanahan yang dimulai sejak Selasa (17/10) hingga Senin (23/10).

Hadir dalam rembug gayeng Bupati Kebumen Ir.HM.Yahya Fuad SE didampingi sejumlah jajaran kepala dinas, Kapolres AKBP. Titi Hastuti S.Sos, Kodim 0709 serta jajaran instansi terkait lainnya.

Pada sesi awal, rembug gayeng diisi dengan paparan Wagub terkait dengan pemahaman nasionalisme dan membangun budaya gotong royong dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat. "Gotong royong memiliki arti penting dalam kehidupan bermasyarakat. Sebab, gotong royong tak hanya membangun rasa persatuan dan kesatuan, kebersamaan, akan tetapi juga dapat mengatasi segala persoalan yang dihadapi masyarakat dengan mudah. Baik masalah sosial maupun pembangunan," jelas Wagub.

Selanjutnya dilakukan sesi tanya jawab. Dalam sesi ini terungkap sejumlah persoalan, terutama terkait dengan sektor pendidikan dan  pengembangan usaha masyarakat desa.

Salah satu peserta yang merupakan perwakilan dari guru honorer untuk SMK meminta agar provinsi mengeluarkan  kebijakan terkait dengan kelanjutan status guru honorer. Penting buat Mereka  meminta  surat keputusan sebagai bentuk  pengukuhan tenaga guru honorer.  Mereka berharap pihak provinsi tak hanya mengayomi guru PNS tapi juga  mengayomi non PNS atau guru honorer.

Pada kesempatan berikutnya, seorang warga desa Petanahan yang jufa pengurus BUMDes barharap agar pemprov berkenan memberikan bantuan permodalan berupa hewan ternak untuk pembibitan dan pengembangbiakan hewan ternak didesanya tersebut. Selama ini kendala utama yang dihadapi dalam mengembangkan BUMDes adalah masalah permodalan.  Menanggapi permohonan tersebut,  Wagub memberi kesempatan kepada setiap desa untuk mengajukan proposal ke dinas peternakan provinsi. Demikian pula untuk pembibitan kelapa di desa Karangduwur Petanahan yang  beberapa waktu lalu telah dilakukan penelitian dari pihak provinsi, hendaknya masyarakat petani gula kelapa juga mengajukan segera proposal permohonan bantuan bibit pohon kelapa. "Hal ini agar segera bisa direalisasikan. Jadi ajukan saja proposal kepada dinas-dinas  provinsi. Nanti akan kami koordinasikan agar segera ditindaklanjuti dan direalisasikan permohonan tersebut,"ujar Wagub.(admin/mn)