"Sanggar Seni Ciptoroso" Hibur Masyarakat Karangsari Dengan Wayang Golek Kebumenan

Monday, 2 October 2017 / Daerah

KEBUMENKAB.GO.ID - Sanggar seni budaya *"Cipto Roso"*yang berada di Desa Karangsari Kecamatan Sruweng pada Sabtu malam (30/9) menghibur warga desa Karangsari dengan pergelaran wayang golek khas Kebumenan. Ada yang berbeda dalam pergelaran ini. Umumnya pergelaran wayang diiringi musik gamelan, kali ini diiringi musik jamjanengan. Perpaduan dua seni islami yang di kemas apik oleh tokoh seniman dan budayawan Kebumen, Bambang BE ternyata mampu menghibur para penontonnya tak beranjak dari tempatnya hingga pergeleran usai.

Wayang golek dengan lakon Joko Amir dan Umar dengan dalang Ki Rohadi dari Desa Somagede Sempor ini mengisahkan tentang dua pemuda yang berjuang menyebarkan agama islam ke pelosok wilayah. Meski banyak tantangan yang dihadapi, namun dua pemuda ini tak berputus asa untuk terus melangkah dalam syiar Islam. Demikian inti pesan yang disampaikan dalam kisah ini.

Tokoh seniman dan budayawan Kebumen yang juga pemimpin sanggar, Bambang BE mengatakan bahwa dalam kisah ini banyak hikmah yang bisa di petik dalam sejarah perkembangan islam di dunia. "Pergelaran ini masih terkait dengan perayaan di tahun baru hijriah. Melalui pergelaran wayang golek dan musik jamjaneng ini kami ingin mengedukasi masyarakat terkait perjalanan perkembangan islam di tengah-tengah masyarakat dunia. Harapannya agar mereka memahami dan mencintai agama Islam sebagai agama yang di ridhai Allah SWT," papar Bambang BE.

Bambang juga menjelaskan, pergelaran ini tak hanya menumbuhkan semangat islami bagi warga, akan tetapi lebih dari itu adalah sebagai  wujud syukur atas nikmat dan karunia yang telah diberikan oleh Allah serta kepedulian sanggar seni Cipto Roso dalam melestarikan seni budaya khas Kebumen.

Bambang berharap melalui pergelaran  seni dan budaya tradisional Kebumen ini  nantinya dapat lestari. "Melalui kualitas dan kuantitas pergelaran kesenian tradisional, semoga bermunculan generasi-generasi baru yang dapat membawa  kesenian tradisional Kebumen dapat lestari dan lebih dikenal oleh masyarakat luas," kata Bambang. 

Tak dipungkiri, agaknya kesenian ini masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat desa. Tampak pada malam ini para penonton sangat terhibur dengan pergelaran seni wayang golek ini. Para penonton terlihat sangat menikmati dan seolah enggan beranjak meninggalkan area sebelum pergelaran  usai. Apalagi mereka tahu jika Sanggar seni "Cipto Roso" sudah cukup kondang karena sering tampil di berbagai event, baik lokal maupun nasional. Pada Juli 2017 lalu, sanggar seni ini berhasil meraih predikat penampilan terbaik tingkat provinsi jawa tengah dalam satu festival seni yang digelar di Magelang.(admin/mn)