Bupati Kebumen Silaturahim Ke Desa Kemujan Adimulyo

Friday, 22 September 2017 / Daerah

KEBUMENKAB.GO.ID - Bupati Kebumen Ir.HM.Yahya Fuad SE  beserta rombongan dari jajaran OPD untuk kesekian kalinya melakukan kegiatan Jemari, yakni jalinan meningkatkan silaturahim ke desa-desa di Kabupaten Kebumen. Kegiatan jemari ini dimaksudkan untuk mempererat hubungan yang harmonis antara Pemerintah Kabupaten dengan masyarakatnya. Kali ini Jemari berlangsung di Desa Kemujan Kecamatan Adimulyo, Jumat (22/9).

Bupati beserta rombongan melakukan serangkaian kegiatan di desa ini. Mulai dari senam bersama, kerja bakti, launching BUMDes, meninjau sekolah adiwiyata, melakukan pemantauan langsung  pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), dan mengunjungi arena wisata Taman Reptil. 

Pada kunjungan ke sejumlah tempat tersebut bupati berpesan agar segala potensi yang ada di desa Kemujan untuk terus dikembangkan  dan ditingkatkan. Baik dari sektor pendidikan, pariwisata, maupun produk-produk unggulan desa lainnya. Sedangkan untuk pembangunan RTLH , Bupati mengingatkan agar wajib disediakan jamban untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan bersama.

Selanjutnya Bupati meninjau langsung ke gedung Balai Penyuluhan Kecamatan Adimulyo menemui sejumlah masyarakat petani  yang tengah mendapatkan sosialisasi pertanian dari tim Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen. Dalam pertemuan dengan sejumlah petani tersebut, Bupati mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten melalui Distapang telah memberikan bantuan subsidi benih untuk seluas 1.620 hektar dengan masing-masing 25 kg per hektar dengan harga pembelian benih senilai Rp.2500/kg. Sedangkan untuk program bantuan benih murni gratis dari distapang  di kuota 200 hktr dengan masing-masing hektar  sebanyak 25 kg.

Meski demikian, petani harus tetap waspada dengan kemungkinan gagal panen akibat anomali iklim yang tak bisa diprediksi sebelumnya. "Untuk menghindari kerugian dalam produk pertanian diharapkan masyarakat petani mengikuti asuransi. Saat ini sudah ada Jasindo yang akan mengcover segala kerugian yang diderita petani  dalam produknya," ungkap Bupati.

Bupati meminta kepada seluruh masyarakat petani untuk mengikuti program asuransi ini. Sebab, asuransi menjadi bagian penting bagi petani guna menghindari kerugian produk pertaniannya.

Untuk menjadi klien asuransi jasindo, petani wajib membuat kelompok terlebih dahulu. Jumlah peserta dalsm kelompok tdk di tentukan. Sedangka,  klaim yang diperoleh petani dari Jasindo apabila gagal panen banti maka akan memperoleh ganti kerugian senilai Rp.6 juta/hektar. Sedangkan untuk pembayaran asuransi hanya Rp.36 ribu per hektar dari nilai semestinya Rp.160 ribu per hektar. Hal ini karena Pemerintah kabupaten telah memberiksn subsidi senilai Rp.144 ribu pada setiap kelompok petani.

Jasindo sendiri telah membuka kesempatan kepada kelompok petani untuk ikut serta dalam asuransi ini. Kuota yang tersedia seluas 3 ribu hektar untuk sekabupaten.

Dan pada Jumat (22/9) pagi ini Bupati secara simbolik menyerahkan klaim kerugian yang diswrita 4 petani dari Desa Kewayuhan Pejagoan. Klaim diberikan  senilai Rp.24 juta untuk 4 petani dengan nilai masing-masing Rp.6 juta. 

Usai memberi pengarahan kepada masyarakat petani, kemudian Bupati melanjutkan perjalanan menuju balai desa Kemujan. DI balai pertemuan desa Kemujan Bupati kemudian  melakukan dialog dengan seluruh kepala desa se-Kecamatan Adimulyo hingga jelang shalat Jum'at.(admin/mn)