DPRD Kebumen Gelar Public Hearing Tentang ASI Eksklusif

Thursday, 14 September 2017 / Daerah

asi.jpg

KEBUMENKAB.GO.ID - DPRD Kabupaten Kebumen menggelar rapat dengar pendapat dengan sejumlah unsur masyarakat seperti  lembaga kedinasan, organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha, akademisi dan lainnya di Ruang Rapat Gedung DPRD Kebumen, Jl.Pahlawan No.175, Kamis (14/9). Rapat dengar pendapat ini di pimpin langsung oleh Ketua Pansus II , Supriyati didampingi wakil ketua Budi Puspita dan Dewi Stefani, serta anggota Erni Kristanti, Parwati dan Hj.Susi Susilowati.

Dalam rapat dengar pendapat tersebut, Supriyati mengatakan pemberian air susu ibu (ASI) Eksklusif di Kebumen hingga kini masih belum optimal. Padahal ASI sangat dibutuhkan sekali dalam menjaga kesehatan dan pertumbuhan bayi dengan baik. Sedangkan bagi ibu menyusui, pemberian ASI ekslusif  dapat mengurangi risiko kanker payudara dan servick. "Karena  itu perlu ada ruang laktasi di setiap instansi swasta dan pemerintah untuk para ibu menyusui. Sehingga para ibu memiliki waktu selama 30-45 menit untuk memerah  atau memberikan ASI kepada bayinya," jelas Supriyati.

Meski akan dimunculkan kebijakan ruang laktasi tersebut, Supriyati mengatakan penyedian ruang laktasi ini disesuaikan dengan kemampuan anggaran masing-masing instansi."Namun setidaknya ada ruang laktasi meski ukurannya tidak besar. Kami berharap instansi dapat menyediakannya. Ruang laktasi ini dilengkapi dengan prasarana menyusui dan memerah ASI, menyimpan ASI perah dan/atau konseling menyusui," harap Supriyati.

Supriyati juga meminta kepada tenaga kesehatan untuk terus mensosialisasikan kepada masyarakat khususnya ibu menyusui agar selalu memberikan ASI kepada bayinya. " Kita upayakan hindari pemberian susu formula pada bayi. Dan beri pembinaan dan pengawasan kepada ibu menyusui agar tetap menggunakan ASI daripada susu formula," harap Supriyati.(admin/mn)