Pilkades Di Desa Adiluhur Adimulyo Berlangsung Tertib, Aman Dan Lancar

Wednesday, 6 September 2017 / Daerah

KEBUMENKAB.GO.ID - Pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) Adiluhur  Kecamatan Adimulyo di lapangan desa Adiluhur berlangsung aman, tertib dan lancar pada Rabu (6/9).Tercatat sebanyak 1266 warga terdiri 629 laki-laki dan 637 perempuan memberikan hak suaranya kepada satu dari tiga calon kepala desa yang diunggulkannya,  yakni Kasirin dengan no urut 1, Slamet nomor urut 2 dan Supardi nomor urut 3.

Sekira pukul 07.00 wib, para warga pemilih mulai berdatangan. Mereka tampak antusias untuk memberikan hak suaranya. Ada enam bilik suara yang disediakan dan 3 kotak suara dalam area pilkades tersebut. Menjelang pukul 07.15 Wib proses pencoblosan suara dimulai. Setiap pemilih merupakan pemegang undangan dan tidak boleh diwakilkan. Pihak panitia menargetkan  pemilihan suara selesai pada pukul 13.00 Wib, dan selanjutnya dilakukan penghitungan suara. Dalam penghitungan suara ini, disaksikan oleh para saksi dari masing-masing calon dan stake holder desa. Hal ini guna menghindari kesalahan penghitungan suara yang diraih oleh masing-masing calon kepala desa. Penghitungan suara  dilakukan  pihak panitia yang terdiri dari tokoh masyarakat, dan tokoh agama yang berjumlah 28 orang.

Tepat pukul 15.10 Wib penghitungan suara selesai dan dinyatakan sah oleh panitia dan sejumlah saksi. Diketahui suara terbanyak di raih Supardi nomor urut 3 berhasil mengantongi suara sebanyak 324 suara sedangkan rivalnya Slamet nomor urut 2 memperoleh 314 suara atau kalah tipis sebanyak 10 suara, dan Kasiran no urut 1  mendapatkan 287 suara.

Sedangkan suara yang dinyatakan tidak sah sebanyak 7 suara yang tidak sah ini karena terdapat dua coblosan pada masing-masing gambar calon kades. Dan DPT yang tak menggunakan hak suara sebanyak  334 orang.

PJ.Kepala Desa Adiluhur, Darsono S.E  mengatakan pelaksanaan pilkades berlangsung aman, tertib dan lancar. "Alhamdulillah pelaksanaan pemungutan suara berjalan baik dan lancar. Semua warga turut berpartisipasi memberikan suara. Semoga Kades terpilih dapat bekerja dengan sebaik-baiknya demi memajukan desa Adiluhur sebagai desa yang guyub rukun,  mandiri dan sejahtera," harap Darsono.

Sebagaimana yang telah diamanatkan Bupati Kebumen Ir. HM.Yahya Fuad SE dalam setiap kesempatan,  Bupati menegaskan dalam pilkades tidak boleh ada calon kepala desa yang melakukan wuwuran atau money politik. Tujuannya jelas, agar kepala desa yang terpilih benar-benar dapat mengemban amanah masyarakat dalam membangun pemerintahan desa yang legitimasi, transparan,  profesional dan tanpa korupsi. Secara moral, kepala desa terpilih adalah benar-benar yang bermoral baik. Selain itu, Bupati berpesan agar pilkades serentak pada tahun 2017 ini sebagai era baru dalam berdemokrasi yang baik di Kebumen. Pertanyaannya,  sudahkah amanat Bupati tersebut dilaksanakan di Desa Adiluhur?

Menanggapi hal tersebut, Darsono menegaskan baik pra maupun pasca pilkades pihaknya tidak atau belum menemukan adanya indikasi kecurangan ataupun pelanggaran yang dilakukan oleh para calon kepala desa. 
"Sebelum dan setelah dilaksanakan pilkades pada hari ini kami tidak  menemukan adanya  indikasi money politik yang dilakukan oleh masing-masing calon kades," ujarnya.
 
Pada kesempatan yang sama, Kades terpilih Supardi berjanji akan mengemban amanat warganya ini dengan sebaik-baiknya. Sejumlah program pembangunan desa yang telah direncanakan dalam musrenbangdes sebelumnya akan direalisasikan sesuai target. "Saya akan laksanakan dengan sebaik-baiknya sejumlah program pembangunan yang telah ditetapkan dalam musrenbangdes beberapa waktu lalu. Semoga semua program berjalan sesuai target," katanya.

Sekadar tambahan, pilkades  di desa Adiluhur ini merupakan salah satu desa dari 49 desa yang melaksanakan pilkades serentak yang berlangsung hari ini, Rabu (6/9) se Kabupaten Kebumen. Tercatat, sebanyak 188  calon kepala desa dari 49 desa di 22 kecamatan se-Kabupaten Kebumen ambil bagian dalam pilkades ini. Sebanyak 49 desa yang melaksanakan pilkades serentak pada tahun 2017 ini adalah: Desa Sidogede, Tersobo dan Mulyosri Kecamatan Prembun. Desa Tanjungmeru dan Desa  Kutowinangun Kecamatan Kutowinangun. Desa Tlogodepok Kecamatan Mirit. Desa Banjarsari Kecamatan Ambal. Desa Bonorowo Kecamatan Bonorowo. Desa Banjurpasar, Arjowinangun dan Desa Ayamputih Kecamatan Buluspesantren.

Desa Tlogowulung, Jatimulyo dan Kalijaya Kecamatan Alian. Desa Totogan, Desa Plumbon, Kaligending Kecamatan Karangsambung. Desa Sumberadi, Tanahsari, Adikarso, Kalijirek, Jemur dan Kembaran Kecamatan Kebumen. Desa Kuwayuhan dan Karangpoh Kecamatan Pejagoan. Desa Gadungrejo dan Kedungwinangun Kecamatan Klirong.

Desa Donosri dan Purwodeso Kecamatan Sruweng. Desa Grujugan dan Banjarwinangun Kecamatan Petanahan. Desa Binangun Kecamatan Karanggayam. Desa Adiluhur dan Bonjok Kecamatan Adimulyo. Desa Mangli dan Kuwaru Kecamatan Kuwarasan. 

Desa Semanding Kecamatan Gombong. Desa Bijiruyung dan Donorojo Kecamatan Sempor. Desa Redisari, Desa Kretek dan Sukomulyo Kecamatan Rowokele. Desa Rogodono, Nogoraji dan Desa Jatiroto Kecamatan Buayan. Desa Sitiadi Kecamatan Puring. Dan, Desa Argosari dan  Desa Ayah Kecamatan Ayah. (admin/mn)