Bupati Kebumen: Pemkab Akan Prioritaskan Penggalian Waled, Untuk Mengatasi Masalah Pengairan Di Buluspesantren

Saturday, 12 August 2017 / Daerah

KEBUMENKAB.GO.ID -Hal ini disampaikan Bupati Ir.HM Yahya Fuad, SE setelah melakukan dialog interaktif dengan Kepala Desa se Kecamatan Buluspeantren, Jum"at (11/8).

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangkaian  Kegiatan JEMARI, Jalinan Membangun Silaturahmi di Desa Banjurpasar, Buluspesantren. Dari dialog  Kades se wilayah  Buluspesantren tersebut,  semua Kades mengeluhkan kelangkaan air.

Seperti yang  diungkapkan Kades Tanjungrejo, bahwa mayoritas masyarakat menggantungkan ekonominya dari pertanian, namun besar kendalanya di faktor pengairan. Kendala pengairan itu ada di saluran sekunder. Hampir 9 desa puso tdk bisa panen, karena pengairan yang  terhambat. Walaupun karena faktor hama, namun ini relatif merata.  "Padahal di saluran di wilayah Kemangguhan yang saya tahu sangat melimpah, tapi tidak bisa sampai ke wilayah Buluspesantren. Daerah paling parah adalah Desa Bocor, hanya terairi sekitar 10 persen" terangnya kepada Bupati.

Sementara itu, Kades Indrosarii, menyampaikan bahwa irigasi yang berada di depan balaidesa, terjadi pendangkalan dan penyempitan. Inilah yang kemudian air tidak dapat masuk apalagi dapat mengalir.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kebumen bertekad untuk mencari jalan keluar, dengan berkoordinasi dan menbahas solusi ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di Yogyakarta. Selain itu, Bupati akan memprioritaskan pengerukan dan pengangkatan  waled, sebagai solusi jangka pendek. Dengan hara pan bahwa masalah kelangkaan air bagi pertanian di wilayah Buluspesantren dapat segera dapat diatasi. (admin/ca)