Bijak Dan Cerdas Gunakan Medsos Hindari Jerat Hukum

Saturday, 15 July 2017 / Berita Terkini

rps20170715_195116.jpg

KEBUMENKAB.GO.ID - Bijak dan cerdas dalam menggunakan media sosial (medsos) bisa jadi membuka mata dunia. Namun salah menggunakan, maka jerat hukum di depan mata. Pilih mana?

Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi komunikasi dan informasi di awal milenium tiga ini membawa fenomena baru di bidang media massa. Indikatornya, media on line dan media sosial seperti face book, twiter, instagram, you tube dan lainnya tumbuh bak jamur di musim hujan di tengah-tengah masyarakat dunia -- agaknya memang sulit disangkal jika internet kini sudah menjadi kebutuhan utama--.

Jaringan internet, kini begitu sangat mudah di akses melalui laptop, PC hingga telepon seluler (ponsel). Apalagi jaringan internet saat ini juga sudah memiliki layanan H+ atau 3G dan yang terbarukan adalah 4G --meski baru ada dibeberapa tempat tertentu--.

Dengan semakin canggihnya teknologi dan didukung dengan fasilitas layanan jaringan dari sejumlah operator selular tersebut, berdampak pada hasrat masyarakat untuk melakukan interaksi sosial melalui dunia maya atau media sosial. Sebab, komunikasi dua arah atau jika mengadopsi istilah dalam teori komunikasi adalah two step flow model, kini terasa begitu mudah dan cepat dilakukan.

Entah itu komunikasi bersifat privat maupun publik. Melalui medsos ini, masyarakat dapat begitu mudah berkomunikasi, berbagi informasi, berekspresi hingga membangun jaringan komunitas. Namun yang perlu dicatat adalah bahwa pada ruang komunikasi publik ada aturan-aturan ataupun norma-norma hukum yang mengikat, yakni UU ITE.

Disadari atau tidak, semestinya masyarakat atau pengguna medsos sudah memahami atau mengetahui aturan-aturan ataupun norma-norma hukum yang mengikat tersebut. Tentu saja hal ini agar terhindar dari jeratan hukum pada saat berkomunikasi maupun berinteraksi di ruang publik.

Dalam UU ITE ini dijelaskan bagaimana cara menggunakan media sosial yang benar dan bijak. UU ITE mengarahkan masyarakat tentang kepantasan dan ketidakpantasan saat ingin berbagi informasi atau menulis komentar di ruang publik. Sebab postingan yang telah di share bisa jadi akan di share kembali oleh warganet lainnya. Jadi hendaknya perlu dipikirkan kembali sebelum berbagi informasi maupun komentar kepada publik.

Pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika menghadirkan UU ITE bukan dimaksudkan untuk membelenggu kebebasan warganet dalam berekspresi, berbagi informasi, memberikan opini, maupun berkomentar terhadap permasalahan yang muncul di publik.

Masyarakat bebas menggunakan medsos namun tidak harus kebablasan. Telah disebutkan di atas, ada norma-nirma hukum yang tak bileh dilanggar dalam menggunakan medsos ini. Jika masyarakat bijak dan benar dalam menggunakan medsos, kecil kemungkinan tergelincir dalam jerat hukum. Alangkah baiknya membatalkan niat untuk memposting-- meski secara emosi hasrat memposting cukup kuat-- daripada harus berurusan dengan hukum negara.

Kadi berhati-hatilah dalam menggunakan medsos. Meng-update status atau memposting akan terasa indah jika informatif dan inspiratif. Bukan sebaliknya, status atau postingan yang dapat menimbulkan perpecahan dan menimbulkan efek hukum. Ada kata bijak yang mungkin bisa direnungkan: “Berhentilah untuk sesuatu kehidupan yang tidak kita inginkan. Tapi lakukan sesuatu kehidupan seperti apa yang kita inginkan dalam kebaikan.(admin/mn)