DKD Berkolaborasi Dengan DISKOMINFO Dukung Diseminasi Informasi Dengan Kemitraan Kesenian Tradisional

Friday, 14 July 2017 / Berita Terkini

kominfo.jpg

KEBUMENKAB.GO.ID - Radio IN 95.0 fm sudah beberapa tahun terakhir tetap komitmen melestarikan seni budaya Jamjaneng yang diklaim sebagai seni musik tradisional khas Kebumen. Setiap Kamis malam, radio LPP lokal dibawah naungan Diskominfo Kebumen ini mengudarakan secara langsung musik Jamjaneng dengan konten cerita yang bervariasi. Tetapi ada tampilan yang berbeda

Di dua minggu terakhir ini yakni tampilnya narasumber menyampaikan beberapa program yang ada di kabupaten kebumen. Di kamis minggu yang lalu terkait informasi e KTP dan Operasi Katarak Gratis yang diadakan oleh RSUD Sudirman.
Seperti yang digelar pada Kamis malam (13/7), sekelompok tim  Jamjaneng asal Desa Peniron Kecamatan Pejagoan kembali mengudara di studio Radio IN fm dengan tema terkait "Persatuan dan Kesatuan Bangsa".

Dalam menyampaikan isi cerita tersebut, secara bersamaan para pemain Jamjaneng yang menggunakan sejumlah alat musik tradisional seperti kemeng,  ukel, kendang, gong, kempul/thuling mengiringi alunan shalawat Rasulullah Muhammad SAW  dan dipadukan dengan syair jawa yang cukup terdengar syahdu dikala keheningan malam.

Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kebumen, Pekik Sat Siswonirmolo yang hadir di studio mengatakan, sejatinya kesenian Jamjaneng maupun kesenian tradisional harus terus dilestarikan. "Regenerasi untuk kesenian tradisional khas kebumen seperti jamjaneng dan lainnya mesti dipersiapkan sejak dini. Dan kami dari DKD telah berupaya melakukan himbauan dan  pembinaan kepada pelaku-pelaku seni tradisional yang masih ada agar terus melakukan regenerasi.  Seni tradisional ini hendaknya dilestarikan agar tidak punah," ujar Pekik.

Menurut Pekik,  saat ini sudah amat jarang anak-anak muda yang menggeluti kesenian tradisional.  Kebanyakan mereka lebih memilih kepada aliran seni kontemporer atau modern seperti band. "Jadi harus dibangkitkan kembali semangat anak-anak muda ini sebagai generasi penerus kesenian tradisional," jelas Pekik.

Dewan Kesenian Daerah selama ini berupaya menempatkan posisinya sebagai wadah untuk para seniman-seniman Kebumen. Baik seniman yang berkecimpung di seni tradisional maupun modern, pelukis, kelompok teater dan lainnya menyatu di wadah DKD ini.

"Berbagai bentuk kegiatan seni tradisional juga telah kami lakukan baik di tingkat lokal maupun nasional. Hal ini agar seni tradisional yang kita miliki dapat tetap eksis, dikenal bukan hanya dikalangan masyarakat kebumen berbagai usia, akan tetapi juga masyarakat Indonesia pada umumnya," harap Pekik.(admin/mn)