Kapolri Tito Karnavian Berbicara Panjang Lebar Tentang Manajemen Komunikasi Publik

Thursday, 13 July 2017 / Daerah

KEBUMENKAB.GO.ID - Hal ini dilakukan menyusul penyelenggaraan FGD Manajemen Komunikasi Pemerintah di Era Digital, di Hotel Santika Premire Semarang, Kamis (13/7). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Sekretariat Kabinet dan Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia ini menghadirkan nara sumber Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, Johan Budi, Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara, Kapolri Tito Karnavian, dan Kapolda Jateng.

Perkembangan tata politik dan informasi

Mengambil bagian pertama, sebelum Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, Johan Budi dan Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara, 

Kapolri Tito Karnavian menyampaikan berbagai persoalan dan tantangan politik ke depan dan peran teknologi informasi.

"Mau tidak mau, kondisi politik dunia akan membawa kita  memasuki era Demokrasi liberal. Dalam konteks ini sangatlah penting membangun public trust" papar Kapolri. 

Pada bagian lain, Kapolri menyatakan untuk dapat membangun public trust itu, harus mampu membangun opini publik yang positif. Ini diperlukan, menurut Kapolri, karena tantangan dalam dunia informasi saat ini sudah masuk pada kondisi yang harus diwaspadai.

"Saat ini kecenderungan yang mengarah pada Cyber crimes, human trafficking, Arms smuggling, Transnational Crimes sudah pada tataran serius. Di jajaran Polri, beberapa langkah yang sudah diambil adalah peningkatan  kekuatan deteksi inteljen dan melakukan peningkatan Manajemen media" jelas Kapolri.

Tantangan terbesarnya

Dihadapan tenaga humas kapolda  Jateng, awak media dan Kadiskominfo dan admin media sosial se Jateng dan DIY, Kapolri menegaskan pentingnya peningkatan kinerja dan kemampuan awak media. Mengapa ini penting, menurut Kapolri lagi, saat ini Tantangan terbesar kita adalah munculnya media non-mainstream media sosial.

"Di media sosial, memungkinkan semua orang bisa jadi citizen jurnalist cyber troops.  Dengan media sosial, seseorang bisa menjadi pemilik media, pemred, koord /tim liputan, reporter lapangan".

Strategi kehumasan

Di akhir sesinya, Kapolri memberikan strategi memperbaiki fungsi kehumasan di masa yang akan datang. Humas ke depan, harus dapat mengeksploitasi berita positif sebagai good-news guna menekan bad news. Selain itu, bagian Humas harus menyampaikan kebenaran, melakukan setting issue bukan juru bicara responsif serta mendikte issue.(admin/ca)