Produksi Padi Di Desa Pesuningan Turun 1,5 Ton/Ha

Monday, 19 June 2017 / Berita Terkini

KEBUMENKAB.GO.ID - Kapasitas produksi padi di desa Pesuningan Kecamatan Prembun pada musim tanam dua tahun ini diprediksikan kembali turun. Penurunan ini disebabkan lahan persawahan kurang mendapatkan air dan juga banyaknya serangan hama akibat transisi musim.

"Pada musim tanam satu idealnya produksi padi 8,4 ton perhektar turun menjadi 7 ton perhektar. Pada panen musim tanam dua ini juga diprediksikan tetap menurun karena beberapa faktor yang mempengaruhinya. Penyebab utama penurunan karena curah hujan yang sedikit,  kurangnya pengairan di persawahan. Area persawahan di desa kami sebagian berada di wilayah perbukitan sehingga sulit mendapatkan aliran air dari ssluran irigasi. Selain itu  serangan hama yang kerap muncul pada musim transisi. Pantauan di lahan padi milik petani kebanyakan buah padi tak berisi sekalipun ditangkainya ditemukan berbuah. Bahkan ada pula petani yang tak memanen padinya karena tak berisi," kata Kepala Desa Pesuningan Syarif Budihadi.

Kendati demikian, masyarakat petani pesuningan tak mengandalkan sepenuhnya pada tanamam padi. Menurut Syarif, sebagian lahan mereka berupa ladang atau kebun buah dan umbi-umbian yang memberikan hasil panen cukup baik. "Mayoritas petani menanam bengkuang dan umbi-umbian. Jika panen padi kurang memberikan hasil, mereka bisa menutupinya dari usaha perkebunan buah dan umbi-umbian tersebut," papar Syarif.

Syarif juga menambahkan masih ada beberapa kendala lainnya disektor pertanian padi yang selama ini belum memberikan kontribusi signifikam buat kesejahteraan masyarakatnya. "Kecenderungan mereka tak sepenuhnya menanam padi bukan hanya karena kondisi alam, akan tetapi sarana angkutan dan jalan masih sangat sulit ditempuh untuk membawa pulang hasil pertaniannya. Karena sebagian besar jalan usaha tani di desa pesuningan  masih pematang sawah. Kami tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengatasi permasalahan ini," jelas syarif.

Pada anggaran 2018 mendatang, Syarif berharap  mendapatkan bantuan dari dinas terkait khususnya Dinas Pertanian untuk penyediaan sumber air. Sejauh ini air yang dialirkan ke sawah itu belum optimal. "Saya berharap ada dinas terkait turut membantu membangun sumber air. Satu-satunya jalan mengatasi kekurangan air untuk lahan pertanian itu dengan menciptakan sumber-sumber air seperti embung air, sumur gali dan sumur pompa," tutup Syarif. (admin/mn)